Inilah 6 Hal yang Harus Anda Ketahui untuk Mulai Mengelas

Apa yang bisa lebih mengintimidasi daripada alat yang memanfaatkan energi yang cukup untuk menyatukan logam, dan jika digunakan dengan tidak benar, dapat melukai Anda? Meskipun benar bahwa pengelasan dapat mengintimidasi, seperti hal lain, dengan sedikit usaha, waktu, dan alat yang tepat, Anda bisa mendapatkan kemampuan yang cukup baik untuk menangani sebagian besar proyek apapun, dan Anda akan menjadi lebih baik dengan semakin banyak Anda berlatih. Baca pula: https://www.teknikmart.com/mesin-las.html

 

  1. Keamanan: Sama sekali TIDAK opsional.

Sebelum Anda berpikir tentang pengelasan, pastikan Anda memiliki gigi yang tepat, termasuk jaket tahan api, kacamata pengaman, sarung tangan las, dan helm las yang disetujui. Helm telah dibuat jauh dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mempermudah, carilah helm yang berwarna gelap otomatis seperti ini. Pastikan Anda memiliki ventilasi yang memadai atau menggunakan sistem ekstraksi asap. Juga, jangan las pada atau dekat bahan yang mudah terbakar; pilih lokasi yang akan memberi Anda banyak ruang untuk membiarkan bunga api terbang.

  1. Weld Processes: MIG, Stick Flux-Cored and TIG.

Jangan terperdaya dengan istilah ini! Mereka dijelaskan di bawah ini, dari yang paling mudah untuk memulai, sampai yang akan membutuhkan lebih banyak keterampilan dan pengalaman untuk dikuasai. Pengelasan kawat menggunakan gulungan kawat yang dimasukkan melalui senapan, dan umpan konstan dari kawat yang meminimalkan mulai dan berhenti sehingga membuatnya mudah bagi tukang las yang relatif tidak berpengalaman untuk membuat sendi yang terlihat baik. Ini juga lebih cepat, lebih ekonomis, dan lebih cocok untuk pengelasan lembaran logam tipis. Ada dua jenis pengelasan kawat: MIG (metal inert gas) dan flux-cored.

Pengelasan MIG bergantung pada aliran konstan gas pelindung untuk melindungi lasan dari kontaminasi. Gas itu dilemparkan ke pistol pengelasan dari botol gas. Keterbatasan untuk pengelasan MIG adalah bahwa hal itu bisa menjadi sulit untuk digunakan di luar ruangan (angin dapat menerbangkan gas pelindung Anda), dan Anda harus mengitari botol gas. Flux-cored welding menggunakan kawat yang dirancang khusus untuk digunakan dengan atau tanpa melindungi gas tergantung pada kawat yang digunakan. Mereka yang dirancang untuk digunakan tanpa gas (self-shielded) sering direkomendasikan untuk pekerjaan luar ruangan. Stick (juga disebut SMAW) Pengelasan stick seringkali merupakan pilihan terbaik untuk perbaikan cepat dan sering kali merupakan proses pertama yang dipelajari kebanyakan pemula. Mudah disiapkan dan sesuai dengan namanya, ini menggunakan elektroda tongkat, jadi Anda tidak memerlukan pengumpan kawat.

Stick lebih lambat daripada pengelasan MIG, tetapi seringkali lebih mudah memaafkan saat bekerja dengan logam yang kotor atau berkarat. Stick tidak disarankan untuk pengelasan logam lembaran ini. Pengelasan TIG (tungsten inert gas) lebih disukai untuk pekerjaan arsitektur atau pekerjaan otomotif dimana lasan harus terlihat bagus. Ini juga cara yang baik untuk mengelas logam tipis dan lembaran logam dan mendapatkan tampilan yang mulus. Pada skala kesulitan, TIG biasanya dianggap yang paling sulit untuk dipelajari, tetapi itu tidak keluar dari genggaman Anda jika Anda mengerahkan upaya ke dalamnya.

 

  1. Voltase Input: Hanya ada dua pilihan di sini — 110v atau 230v — keduanya tersedia di sebagian besar rumah atau garasi.

Secara umum, voltase input yang lebih rendah cukup untuk material yang lebih tipis; Tegangan input yang lebih tinggi akan memungkinkan Anda menembus material yang lebih tebal. Kebanyakan tukang las pemula akan mendapat manfaat dari mesin yang menawarkan tegangan ganda (keduanya 110v dan 230v) sehingga mereka dapat “bertumbuh ke dalam” sehingga saat mereka menjadi lebih percaya diri, mereka tidak akan terbatas.

 

  1. Antarmuka Pengguna: Carilah yang intuitif dan mudah digunakan.

Ini bisa menjadi rumit bagi pemula untuk “dial in” pengaturan pengelasan, jadi carilah mesin yang melakukan ini untuk Anda dengan perkembangan logis yang memungkinkan Anda untuk memilih proses Anda, ketebalan dan jenis material yang akan Anda gunakan untuk mengelas dan jenis konsumsi (kawat atau elektroda) yang akan Anda las. Mesin yang bagus akan secara otomatis mengetahui tegangan input apa yang Anda pasang dan akan menyesuaikan pengaturan yang sesuai (atau memberi tahu Anda bahwa pilihan Anda berada di luar jangkauan).

 

  1. Bahan: Beberapa proses dan bahan habis pakai lebih baik untuk mengelas bahan-bahan tertentu, dan kadang-kadang dapat membutuhkan alat tambahan.

Misalnya, Anda dapat mengelas aluminium dengan proses MIG, tetapi Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik menggunakan spool gun untuk memberi makan bahan habis pakai (aluminium tidak memberi makan dengan baik melalui pengumpan kawat dan kabel panjang). Cari panduan dari produsen tukang las yang Anda pertimbangkan untuk membeli dan pikirkan tentang proyek yang ada di pikiran Anda. Dapatkah Anda mengelas berbagai bahan seperti aluminium, baja ringan, dan stainless dalam berbagai ketebalan? Jika demikian, Anda bisa sangat yakin bahwa Anda mendapatkan mesin yang akan tumbuh bersama Anda.

 

  1. Bahan habis pakai: “Consumable” adalah istilah industri untuk material kawat, elektroda atau pengisi yang digunakan dalam pengelasan.

Anda harus mencocokkan bahan habis pakai Anda dengan proses pengelasan (lihat di atas) serta material yang Anda las. Seiring Anda semakin mahir, Anda akan mulai mengenali nuansa di antara barang konsumsi dan kemungkinan akan tertarik pada merek tertentu. Untuk hampir semua materi atau paduan, mereka selalu menjadi tempat yang bagus untuk memulai.

Demikianlah Anda memilikinya; tidak ada yang menahan Anda sekarang. Sekarang keluar dan mulai mengelas!

Sumber: Teknikmart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *